{ scrollbar-face-color: #ffffff; scrollbar-shadow-color: #ffffff; scrollbar-highlight-color: #ffffff; scrollbar-3dlight-color: #ffffff; scrollbar-darkshadow-color: #ffffff; scrollbar-track-color: #ffffff; scrollbar-arrow-color: #a1a1a1; } .blog { font-family: Tahoma, New York; font-size: 12px; line-height: 1.3em; color: #666666; background-color: #ffffff ; text-align:justify ; vertical-align: top; padding: 6px; height: 500px; width: 700px;

} .top { position:absolute; top:0px; left:0px; } .subtitle { font-family: Lucida Handwriting, Tahoma, New York; font-size: 12px; line-height: 1.8em; color: #212121; } .datetimeheader { font-family: Tahoma, New York; font-size: 18px; text-decoration: none; text-align: right; background-color:#bfbfbf ; color: #212121; } .datetimefooter { font-family: Tahoma, New York; font-size: 11px; color: #a1a1a1; } .comment { font-family: Tahoma, New York; font-size: 11px; color: #a1a1a1; } a:link { color: #a1a1a1; text-decoration:none ; } a:visited { color: #212121; text-decoration: none; } a:active { color: #a1a1a1; text-decoration: underline; } a:hover { color: #666666; text-decoration: none; }
. depan . arsip . utama .


Berburu Nessie di Drumnadrochit

Hari masih pagi, ketika bis pertama berangkat meninggalkan Inverness stasiun menuju Drumnadrochit. Kabut pun masih menutupi sebagian pengunungan dataran tinggi yang dikenal dengan nama Highland. Konon di sela-sela bukit dan Loch (danau dalam bahasa celtic) inilah klan-klan pertama bangsa Scotland bermukim. Saling mengadu keperkasaan untuk mendominasi daerah pegunungan Scotland yang dingin dan berkabut.

Kurang lebih satu jam perjalanan dari Inverness, perlahan Loch Ness mulai terlihat. Dari atas bukit, diselimuti kabut nuansa magis danau yang konon dipercaya dihuni oleh monster naga ini mulai terasa. Di sisi jalan menuju terminal kecil di Drumnadrochit, toko-toko souvenir memulai kegiatannya. Hari baru bagi mereka untuk menuai pound dari cerita mistis monster bernama Nessie dari puluhan jika tidak ratusan turis dari berbagai penjuru.

Tetapi Drumnadrochit atau Drum na Drochaid dalam bahasa Scottish-Gaelic menawarkan banyak hal lain daripada sekedar cerita Nessie: pemandangan yang eksotik khas pegunungan Scotland, keramahan penduduknya, yang walau berbahasa Inggris dengan dialek gaelic-nya yang kental susah dimengerti, membuat pendatang merasa sangat nyaman di sini. Beberapa ratus meter dari pusat kota, yang sangat kecil, berjajar puluhan Bed&Breakfast yang berasitektur sangat khas. Mungkin kalau di Yogya, mirip losmen-losmen. Tarifnya pun relatif lebih murah dari pada di Inverness, mulai dari 12 pound hingga 20 pound.

Bagi penggemar Nessie pusat atraksi, terletak tepat di tikungan Loch Ness, namanya Loch Ness 2000 exhibition room. Bangunan baru lengkap dengan auditorium ini mendokumentasikan semua cerita tentang si monster dari jaman baheula, semasa St.Columba hingga riset paling mutakhir dengan teknik sonar. Di sepanjang jalan beberapa titik ditandai dengan 'Nessie sign; di tempat inilah dipercaya dulunya monster berupa naga ini pernah menampakkan diri. Di dalam ruang exhibition beragam foto dan cerita tentang Nessie diperagakan. Sebagian besar dari saksi photo dan cerita lama tentang monster, ternyata terbukti palsu. Beberapa yang terkenal adalah kesaksian Raynor di tahun 1964 yang setelah diteliti dengan teknik photographi ternyata tak lebih dari pantulan cahaya matahari pada riak gelombang danau. Apakah benar sang monster ada di Loch Ness? Percaya atau tidak mungkin tidak terlalu penting, yang lebih penting adalah penduduk asli diuntungkan oleh daya tarik cerita Nessie.

Mungkin yang lebih menarik dari fenomena Nessie adalah bagaimana cerita itu bermula dan bukan keberadaan monster itu sendiri. Cerita tentang Nessie ternyata sudah setua cerita peradaban di Drumnadrochit sendiri. Di abad ke enam, Drumnadrochit sangat tertutup dari peradaban, hanya dihuni oleh klan-klan Highland yang terkenal barbar dan tak berkebudayaan. Tak pula ada dokumentasi atau cerita tentang kota kecil ini yang sampai di daerah daratan eropa hingga Saint Columba, seorang missionaris dari eropa daratan datang dengan misi mendamaikan klan-klan Highland. Konon menurut cerita, dalam perjalanan menemui Raja Brude (Pictish) di daerah Urquhart dia bertemu dengan lelaki yang terluka oleh serangan monster dari danau. Saint Columba pun membuat tanda cross di dada lelaki tersebut dan membuat perjanjian dengan sang monster untuk mengusir monster pergi dari daratan. Dari sinilah cerita itu bemula dan diteruskan secara tradisi dari mulut ke mulut.

Cerita tentang Highland memang berpusat pada pertempuran. Semangat satria para Highlander masih tertanam sampai sekarang pada simbol-simbol tentata tartan Scotland, yang terkenal dengan atribut kilt-nya (semacam rok bermotif kotak-kotak). Setiap klan memiliki motif tersendiri. Di pusat informasi kebudayaan scotland, yang terletak di antara deretan toko suvenir, bisa dilihat tradisi penamaan klan-klan Highlander (seperti cerita di Highlander) dan juga simbol-simbol kilt yang mereka gunakan. Di sini tersedia pula jasa untuk menelusuri sejarah keturunan pengunjung. Cukup memberikan nama anda (pastinya musti mengandung Mac) dan penjaga akan membantu menelusuri sejarah keturunan anda dari jaman Highland hingga kini. Mengagumkan betapa mereka tetap menjaga garis sejarah nama klan-nya. Sekedar informasi ternyata klan MacDonald adalah yang terkuat, motif kiltnya adalah seperti ini. Iseng-iseng saya juga mencari motif klannya MacLeod sang tokoh Highlander di film.

Kira-kira dua mil dari stasiun Drumnadrochit terdapat kastil Urquhart. Biasanya ditempuh dengan bis, tapi pagi itu udara yang sangat segar terasa lebih tepat dihabiskan di jalan setapak menuju kastil daripada di dalam bis. Urquhart terletak tepat di tengah garis pantai danau, tepatnya menjorok ke tengah danau sehingga dari atas bukit terlihat seperti ditelan danau. Kastil ini konon adalah yang terbesar di dataran Highland, tetapi pertempuran antar klan telah menghabiskan sebagian besar bangunan kastil. Yang tersisa adalah dua menara dan ruang utama, yang sekarang berfungsi sebagai pusat informasi.
Dari menara kastil pemandangan Loch Ness jelas terlihat, di beberapa sudut danau kapal-kapal kecil mulai berlayar. Sementara itu di luar pintu kastil, puluhan bis rombongan tur mulai berdatangan. Menjelang tengah hari kastil pun mulai dipenuhi orang berpiknik, sebagian menggelar tikar dan membuka lunch box sementara yang lain pergi ke kafetaria di lantai dua kastil, puas dengan harga makan siang yang tergolong mahal.
Siangnya di tengah kastil, pertunjukan open air sederhana dimulai, seorang tentara tartan mengenakan kilt (motifnya menunjukkan bahwa dia adalah keturunan MacLeod) memainkan beberapa lagu tradisional Scotland dengan back-pipe. Tak ada satupun lagunya yang saya kenal mungkin hanya Auld Lane Shyne yang menutup konser kecilnya. Di tepi danau pengunjung ramai mengambil gambar, matahari mulai meninggi dan kabut pun hilang, waktu yang sangat tepat untuk mengabadikan keindahan danau. Beberapa dari mereka melengkapi kamera dengan lensa tele. Mungkin sambil berharap Nessie akan muncul siang itu.

Tapi tak ada Nessie hari itu. Siang hari pun dihabiskan dengan berjalan di tepi danau dan menengok artifak-artifak sederhana peninggalan jaman highlander. Hari pun mulai sore, dan bis-bis turis beranjak meninggalkan kastil. Kabut pun kembali turun. Bersama beberapa back-packers, kami berjajar di tepi jalan sambil menjulurkan jempol, mengharap ada mobil yang berhenti dan memberi tumpangan. Tapi ternyata sangat sulit mendapat tumpangan di sini. Semua kendaraan menuju Inverness berlalu tanpa menengok sedikitpun. Menjelang pukul lima bis terakhir menuju Inverness pun tiba. Penuh dengan penumpang. Dengan polosnya sang kondektur tidak memperbolehkan penumpang untuk masuk dan berdiri di dalam bis. "How come you sold tickets without seat?" komplain salah satu calon penumpang yang ternyata sudah bertiket tapi tidak juga diperbolehkan masuk. Wah tampaknya tidak ada harapan dapat bis pulang ke kota. Akhirnya diputuskan untuk mendatangi Bed&Breakfast di sekitar Urquhart castle, setelah tawar-tawar sedikit, dengan 12 pound kamar terakhir yang tersedia pun didapat.

Dari tingkat dua rumah sederhana yang diubah menjadi motel itu, pemandangan malam Loch ness terlihat menawan. Pantulan sinar bulan pada riak danau menimbulkan gambar-gambar menarik yang dapat ditafsirkan bermacam-macam. Mungkin ini lah awal dari cerita penampakan monster itu. Di satu sisi dari kejauhan sinar lampu-lampu kastil Urquhart terlihat, sementara di sisi yang lain tampak jalan menuju Inverness lengang, di tepi jalan beberapa backpackers belum putus harapan, menjulurkan jempol sambil menahan dingin malam mengharap tumpangan menuju kota.

Dion Ringo at 6:44 PM| -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Site 

Meter